Mengapa Menulis Tidak Melulu Soal Menulis

by Kadek Sonia Piscayanti
0 comment

Ketika saya memberikan sebuah workshop menulis, seorang mahasiswa bertanya bagaimana tips menjaga mood menulis jika bosan atau stuck.
Saya menjawab.
1. Makan
2. Jalan-jalan
3. Masak
Tambahan
4. Ngobrol dengan orang baru
5. Baca buku bagus
6. Nonton film bagus
dll

Saya sedang ingin mengatakan bahwa menulis tidak hanya soal pekerjaan menulis sebagai sebuah kegiatan fisik, namun lebih banyak soal “menabung” ide, “memeramnya”, lalu “menetaskannya”. Begitu banyak hal yang penting kita tulis namun tidak semua perlu kita tulis bukan.

Mengapa. Sebab menulis memerlukan perspektif dan urgensi. Saya tidak menulis jika tidak punya perspektif, tidak perlu dan tidak urgen. Saya menulis ketika saya punya visi dan voice.

Saya melanjutkan mengapa hal-hal berikut bisa menjaga mood menulis dengan baik.

1. Makan
Penulis adalah manusia yang perlu makan. Oksigen di otak perlu disuplai oleh makanan yang bergizi sehingga benar-benar baik. Menulis tanpa makan adalah sebuah hal yang fatal. Apalagi gara-gara menulis menyebabkan dehidrasi, maag akut, dan sebagainya karena sengaja ga makan agar terlihat heroik. atau dengan alasan mumpung ada ide jadi terus nulis. Itu keliru. Makanlah dengan baik dan seperlunya saja, sebab penulis perlu makan, seperti makhluk hidup lainnya.
2. Jalan-jalan
Jalan-jalan akan membuka wawasan baru dan lingkaran baru sehingga ide segar bisa muncul kembali. Jalan-jalan membuat kita bertemu hal-hal baru yang bisa menambah inspirasi menulis.
3. Masak

Masak adalah kegiatan yang melibatkan semua indra, masak memerlukan kecermatan dan ketelitian untuk mencapai rasa yang diinginkan. Seperti memasak, menulis juga memerlukan baha, bumbu, dan proses hingga akhir penyajian.

Belajar memasak adalah belajar memahami filosofi.

Tambahan
4. Ngobrol dengan orang baru
5. Baca buku
6. Nonton film bagus

Tiga tambahan di atas masih bisa diekplorasi lebih jauh. Sebab bagi saya ini sangat tergantung dengan kepribadian anda sendiri. Ngobrol dengan orang baru bagi saya menyenangkan sebab menambah wawasan baru dan perspektif baru. Hal berikutnya adalah membaca buku atau menonton film bagus. Buku yang bagus akan menyesatkanmu. Lalu film yang bagus juga membuatmu hilang.

Jadi menulis sekali lagi bukan sesederhana menulis saja, namun adalah memelihara rasa ingin tahu terhadap sekitar, bertemu orang baru, berbicara dari hati ke hati. Lalu menabung gagasan, memeramnya dan menetaskannya.

You may also like

Leave a Comment